"Berapa kali kau hancurkan ini?"
"Lebih dari sekali, tahu?!"
"Aku tidak marah padamu, tapi seperti inilah aku. Kadang suka lupa mengontrol emosiku"
"Tidak peduli kau marah pada siapa. Tapi jangan aku yang merasakan imbasnya! Memangnya kau pikir aku budakmu, huh?"
"Sudah, hentikan semuanya. Aku lelah, biarkan aku tidur sejenak saja" Meneteskan air mata.
Teman, aku sangat merindukan kalian.
"Tekanan ini. Membuat kita tidak bisa bernafas"
"Abstrak! Tak jelas! Bagaimana ini"
Menangis tergugu. Bagai berada di tengah gurun pasir, tapi hanya 18 derajat celcius. Hanya ada pasir, namun banyak tumbuhan.
Aku gila. Hahaha.... Teriak! Semuanya teriak! Jangan ada yang berdiam diri! TERIAAAAAAAAAAK!!!!!!!!!!
Menghunuskan pisau tepat di lehernya. "Aku rindu melihat darah hanya sekedar untuk merasakan tetes terakhirnya"
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Desember 2009
Rabu, 06 Mei 2009
ILALANG
Menari ilalang dalam ketenangan
Angin menjadi pemutar musik
Yang mengalun indah
Mensyukuri nikmat Allah yang tiada terkira
Tarian yang mengundang decak kagum para malaikat
Berusaha mendoakan ilalang
Barakallah
Ilalang,,,
Tersendiri di tengah padang rumput menghampar
Hati yang bergetar
Luas menghijau
Angin menjadi pemutar musik
Yang mengalun indah
Mensyukuri nikmat Allah yang tiada terkira
Tarian yang mengundang decak kagum para malaikat
Berusaha mendoakan ilalang
Barakallah
Ilalang,,,
Tersendiri di tengah padang rumput menghampar
Hati yang bergetar
Luas menghijau
Langganan:
Postingan (Atom)